"Kampus Merdeka untuk Desa" Bisa Bantu Pasarkan Prukades


  Jumat, 31 Januari 2020 Berita DITJENPDT

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, menjadi narasumber dalam Forum Perguruan Tinggi Untuk Desa "Kampus Merdeka Untuk Desa" hari kedua yang digelar di Jakarta, Jumat (31/01).

Forum Perguruan Tinggi untuk Desa, merupakan forum akademika yang terbentuk atas gagasan bersama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dengan Perguruan Tinggi. Forum ini bertujuan untuk turut serta mewujudkan pembangunan Desa Surga lewat pengembangan Sumber Daya Manusia yang direalisasikan dalam Program Kampus Merdeka untuk Desa.

Samsul Widodo menjadi narasumber pada Desk 2 dengan topik Transformasi Ekonomi Perdesaan dalam Konteks Kampus Merdesa untuk Desa. Dalam paparannya, Samsul Widodo menjelaskan bahwa berbagai daerah di Indonesia, terutama daerah tertinggal dan desa-desa memiliki potensi komoditas unggulan yang kualitasnya bisa bersaing dengan komoditas dari daerah lainnya. Namun, kondisi saat ini, masih banyak produsen yang mengalami kesulitan dalam hal pemasaran produk mereka.

"Lewat forum ini, kita bisa mendiskusikan bagaimana mahasiswa dapat berkontribusi dalam mengurai permasalah pemasaran berbagai macam produk di desa dan daerah tertinggal", ungkapnya.

Dalam pembahasan di Desk 2, peserta terdiri dari 13 perguruan tinggi, 5 mitra swasta yaitu Tokopedia, EKOSIS, Nusa Berdaya, Jahitin.com, dan Aruna, serta pihak internal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi yang terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertentu, dan Biro Perencanaan.

Beberapa mitra kerja yang turut hadir mengikuti diskusi pada forum ini menjelaskan bahwa mahasiswa bisa membantu para produsen untuk memperkenalkan berbagai aplikasi untuk mempermudah proses pemasaran. Selain itu, dengan kemampuan mahasiswa, mereka juga bisa menjadi pihak yang bertugas untuk memastikan bahwa kualitas produk yang dihasilkan oleh produsen sudah sesuai dengan standar pasar.

Sebelum menjadi narasumber, Samsul Widodo juga turut hadir dalam sesi Diskusi Paralel dengan pembahasan isu membangunan SDM unggul perdesaan, transformasi ekonomi perdesaan, dan Kampus Merdeka untuk desa yang dimoderatori oleh Staf Ahli Kementerian Desa, PDTT Bidang Hubungan Antar Lembaga, Suprapedi. Diskusi pada sesi pertama ini turut mengundang Plt. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro, Rektor Universitas Airlangga, Mohammad Nasih, Guru Besar ITB, Kadarsyah Suryadi, dan Rektor IPB, Arif Satria.

Acara ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Anwar Sanusi. Dalam sesi penutupan tersebut, Anwar Sanusi berharap bahwa forum ini bisa menjadi wadah diskusi untuk memformulasikan bagaimana mahasiswa lewat Perguruan Tinggi Desa dapat berkontribusi langsung dalam pembangunan desa-desa di Indonesia.