658 SEKOLAH DI DAERAH TERTINGGAL AKAN DAPAT BANTUAN TIK

08/11/2017 | Kliping Berita
658 Sekolah Di Daerah Tertinggal Akan Dapat Bantuan TIK
Ilustrasi Sekolah di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan memberikan bantuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) kepada 658 sekolah di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) pada tahun ini.

"Pemberian bantuan ini bertujuan untuk memberikan akses internet secara berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," ujar Kepala Pusat Teknologi Infomasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), Gogot Suharwoto, di Jakarta, Rabu.

Penyediaan akses internet tersebut bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam penyediaan akses internet di sekolah-sekolah melalui program Re-desain Universal Service Obligation atau Kewajiban Pelayanan Universal menyediakan akses internet pada 122 Kabupaten dari 24 Provinsi di Indonesia yang telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 131 tahun 2015 sebagai Daerah Tertinggal tahun 2015-2019.

Dari 122 kabupaten tersebut terdapat 35.478 sekolah jenjang SD, SMP, SMA, SMK, dan sebanyak 12.988 (36,60 persen) sekolah di daerah 3T belum memiliki koneksi internet sendiri, atau sudah sekitar 63,40 persen sekolah di daerah 3T sudah terkoneksi internet.

"Hingga Juni 2017 sebanyak 658 sekolah sudah terimplementasi program tersebut, dengan rincian 28 sekolah di Aceh, satu di Bali, tujuh di Banten, 13 di Bengkulu, 16 di Gorontalo, dua di Jambi, lima di Jawa Barat, satu di Jawa Tengah, 14 di Jawa Timur, 34 di Kalimantan Barat, lima di Provinsi Kalilmantan Selatan, 6 di Provinsi Kalimantan Tengah, enam di Provinsi Kalimantan Timur, dan delapan Provinsi Kalimantan Utara."

Kemudian Selanjutnya 6 sekolah di Kepulauan Bangka Belitung terimplementasi Program USO, 13 di Kepulauan Riau, 11 di Provinsi Lampung, 83 di Provinsi Maluku, 47 di Provinsi Maluku Utara, 54 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), 80 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), 42 di Provinsi Papua, 23 di Provinsi Papua Barat, 12 di Provinsi Riau, 18 di Provinsi Sulawesi Barat, 10 di Provinsi Sulawesi Selatan, 25 di Provinsi Sulawesi Tengah, 5 di Provinsi Sulawesi Utara, 19 di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian juga 17 di Provinsi Sumatra Barat, 18 di Provinsi Sumatra Selatan, 28 di Provinsi Sumatra Utara, dan 2 di Provinsi DI. Yogyakarta.

Dia menjelaskan pihaknya menyediakan data dan lokasi sekolah, serta rencana penggunaan akses internet yang dibutuhkan, menyiapkan sarana dan prasarana akses komputer, melakukan pelatihan kepada guru dan siswa. monitoring, evaluasi, dan memberikan laporan terhadap perkembangan TIK di daerah 3T.

" Kami juga melakukan bimbingan teknis, baik melalui situs maupun mengundang pengelola TIK ke Jakarta atau Surabaya. Tahun ini sudah sebanyak 164 sekolah di daerah 3T guru atau pengelola TIK diberikan pendidikan dan pelatihan. Pada tahun sebelumnya, di tahun 2015 sebanyak 67 sekolah, dan di tahun 2016 sebanyak 111 sekolah."

Selain pemberian bantuan peningkatan kompetensi guru, Kemendikbud juga memberikan sejumlah tambahan perangkat TIK bagi sekolah-sekolah tersebut. Batuan perangkat dimaksud berupa laptop, server mini lengkap dengan konten digital offline, access point, dan LCD projector. Sampai dengan tahun 2017 telah terealisasi bantuan untuk sejumlah 164 sekolah.

Sumber: Antara

Opini

  • Dana Desa, Lapangan Kerja, dan Kemiskinan

Sistem Informasi

  • Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
  • LPSE
  • Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum