TAHUN KETIGA DANA DESA, PERPUTARAN EKONOMI HALBAR CAPAI RP786 MILIAR PER TAHUN

10/11/2017 | Kliping Berita
Tahun Ketiga Dana Desa, Perputaran Ekonomi Halbar Capai Rp786 Miliar per Tahun
Audiensi Bupati Halmahera Barat di Kantor Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Jakarta, Kamis (09/11)

JAKARTA – Bupati Halmahera Barat, Danny Missy mengakui, di tengah menurunnya Dana Alokasi Umum (DAU), dana desa menjadi alternatif yang sangat membantu pembangunan daerah. Selain itu, dana desa yang telah dikucurkan sejak Tahun 2015 tersebut juga memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Harapannya dana desa tetap dikembangkan, karena lewat dana desa kami merasakan dampak yang cukup besar bagi perkembangan desa maupun perkembangan kabupaten. Misalnya kami menghitung dengan dana desa ini, perputaran ekonomi masyarakat kami meningkat. Kalau kami hitung per kecamatan dan setelah dikalkulasikan secara total, perputaran ekonomi kita mencapai Rp786 Miliar per tahun,” ujarnya saat berkunjung di Kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Jakarta, Kamis (9/11).

Tahun 2015, dana desa yang diperoleh Kabupaten Halmahera Barat sebesar Rp45 Miliar, Tahun 2016 sebesar Rp101,7 Miliar, dan Tahun 2017 sebesar Rp129,9 Miliar. Hingga saat ini, dana desa di Halmahera Barat telah membangun sepanjang 70011 jalan desa, 63 unit jembatan, 9101 unit Talud, 18 Titik Penerangan Jalan Umum (PJU), 570824 Meter Drainase, 12 Unit Gedung PAUD, 40 unit sarana permainan PAUD, 11 Unit Polindes, 246 Unit MCK, 15 Unit sarana olahraga, dan lain-lain.

“Dengan keterbatasan dari dana DAU, hadirnya dana desa ini kita bisa membangun berbagai sektor termasuk pemberdayaan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia juga mendukung upaya pemerintah yang menginginkan pembangunan dana desa dilakukan secara padat karya. Menurutnya hal tersebut akan memaksimalkan pemberdayaan masyarakat lokal sehingga dampaknya bisa dirasakan langsung oleh warga. Untuk mendukung hal tersebut ia pun telah membuat Peraturan Bupati (Perbub) terkait pelaksanaan program padat karya.

“Di Halmahera Barat sudah kita lakukan Siskeudes (Sistem Keuangan Desa), dan ini akan berjalan Tahun 2018. Sistem ini akan meminimalisir temuan-temuan atau penyalahgunaan dana desa itu sendiri,” ujarnya.

Di sisi lain menurutnya, Halmahera Barat saat ini tengah serius mengembangkan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yakni jagung. Saat ini, Halmahera Barat telah berhasil memanen sebanyak 18.000 ton jagung yang dikumpulkan dan siap dijual oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Yang amna Halmahera Barat sendiri telah memiliki 132 BUMDes dari 170 desa.

“Untuk sementara ini BUMDes yang mengambil langsung dari petani, dan kami sangat terbantu oleh PT Mitra BUMDes. 132 BUMDes ini masih dalam pergerakan agar bagaimana untuk membantu perputaran ekonomi di Halmahera Barat,” ujarnya.

Selain jagung, Halmahera Barat juga tengah mengembangkan potensi unggulan lainnya seperti perikanan dan sektor pariwisata. Kedua sektor ini pun akan dikorelasikan dengan BUMDes. Lewat BUMDes inilah ia akan memberikan kejutan destinasi wisata baru di Halmahera Barat.

“Kita ada 3 potensi unggulan, pertama pariwisata, perikanan, dan pertanian. Pertanian jalan, perikanan jalan, pariwisata akan kita kembangkan lewat BUMDes-BUMDes juga. Yang nantinya akan ada destinasi baru yang akan dikembangkan di Halmahera Barat,” ujarnya.

Opini

  • Dana Desa, Lapangan Kerja, dan Kemiskinan

Sistem Informasi

  • Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
  • LPSE
  • Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum