DANA DESA PERCEPAT PENGENTASAN DAERAH TERTINGGAL

29/11/2017 | Kliping Berita
Dana Desa Percepat Pengentasan Daerah Tertinggal
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo menyampaikan capaian Ditjen PDT tahun 2017 dalam Raker Kementerian Desa PDTT, Jakarta, Rabu (29/11).

MALANG - Keberadaan Dana Desa diharapkan dapat berdampak positif terhadap percepatan pengentasan daerah tertinggal. Dengan adanya Dana Desa, tugas Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi dalam pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal akan berjalan sesuai dengan target.

“Keberadaan program Dana Desa akan memberikan dampak yang sangat positif dan signifikan pada pembangunan daerah tertinggal,” kata Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT), Samsul Widodo, dalam acara media gathering, di Malang, Jawa Timur, Selasa (28/11).

Ia mengatakan, dalam RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Panjang), target daerah tertinggal yang harus dikurangi sampai 2019 adalah 80 kabupatan tertinggal. “Dari sisi prospek sebenarnya sudah on track sampai sekarang,” katanya. Menurut Widodo, pada saat RPJM dibentuk belum ada kebijakan Dana Desa. Jadi dengan adanya tambahan dana desa akan cukup signifikan mendongkrak percepatan pengentasan daerah tertinggal.

“Jadi, di level desa itu urusan pendidikan, kesehatan sudah sangat terbantu dengan dana desa,” jelas dia. Ia menambahkan, empat program prioritas dalam membangun desa dapat mewujudkan percepatan pengentasan daerah tertinggal. “Di PDT sendiri tidak jauh dengan empat program prioritas yang disampaikan Pak Menteri.

Bagaimana mengelola Prukades dan mendorong optimalisasi BUMDes di daerah tertinggal, hanya fokus kami di 122 kabupaten tertinggal,” ungkapnya. Adapun peran Kementerian Desa dalam mendukung percepatan pengentasan daerah tertinggal adalah mendorong semua pemangku kepentingan yang terkait untuk mengambil perannya masing-masing.

Terus Bertambah Dalam kesempatan itu, Widodo juga mengatakan bahwa jumlah daerah tertinggal yang akan dientaskan akan bertambah hingga akhir 2017 ini. Pada tahun 2016, dari 122 kabupaten yang masuk dalam klaster daerah tertinggal, sudah sebanyak 35 kabupaten telah berhasil dientaskan menjadi daerah berkembang.

“Kami optimistis proses pengentasan daerah-daerah tertinggal hingga akhir 2019 telah sesuai dengan perencanaan,” katanya. Meski anggaran yang dialokasikan sangat terbatas, namun menurut Widodo, berbagai program dan intervensi yang telah dilakukan kepada kabupaten tertinggal telah menunjukkan perkembangan signifikan.

Sumber: Koran Jakarta

Opini

  • Dana Desa, Lapangan Kerja, dan Kemiskinan

Sistem Informasi

  • Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian
  • LPSE
  • Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum