Meningkatkan Promosi Pariwisata Daerah Tertinggal Secara Digital


  Rabu, 05 Februari 2020 Berita DITJENPDT

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo memberikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Pengembangan Promosi Pariwisata Daerah Tertinggal di Labuanbajo, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (4/2).

Dalam sambutannya, Samsul Widodo menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata di daerah tertinggal diperlukan sebuah kreatifitas, misalnya melalui pengolahan produk kuliner yang kekinian, baik dari cara penyajiannya maupun tampilannya, dan pengelolaan atraksi lokal seperti tinju tradisional di Flores, Pasola di Sumba dan lainnya.

Pengembangan suatu pariwisata tidak hanya bersumber dari kekayaan alam yang dimiliki suatu daerah, melalui ide-ide kreatif kita bisa mengembangkan wisata buatan dengan memanfaatkan hal-hal yang ada disekitar kita.

Seluruh potensi pariwisata tersebut, menurut Samsul Widodo harus di promosikan secara digital, agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui wisata-wisata di daerah tertinggal. Ditjen PDT terus mendorong digitalisasi wisata-wisata yang ada di daerah tertinggal, seperti penerapan e-ticketing di Desa Sasak Ende dan penyeberangan menuju destinasi tiga Gili di Lombok Utara.

Program Kampus Merdeka, dimana mahasiswa turun langsung ke desa juga dapat dimanfaatkan dalam membantu pengembangan dan promosi pariwisata suatu daerah.

Menurut Samsul Widodo pengembangan pariwisata dapat melalui pemanfaatan dana desa. Hal tersebut sesuai dengan Permendesa PDTT Nomor 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dimana salah satunya untuk pengembangan desa wisata. Selain melalui dana desa, pengembangan pariwisata juga bisa dengan memanfaatkan sumber pendanaan lainnya, seperti dana CSR.

"Selfienomic", tren dimana banyak orang melakukan selfie di lokasi wisata dan mempostingnya di media sosial harus dimanfaatkan oleh daerah, sehingga kunjungan wisatawan tersebut dapat meningkatkan pendapatan daerah, misalnya melalui retribusi masuk pariwisata.

Acara Rapat Koordinasi Pengembangan Promosi Pariwisata Daerah Tertinggal sendiri dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PDT, Direktur PSDLH, Direktur PIDT, Direktur PSDM, Wakil Bupati Nagekeo, Wakil Bupati Flores Timur, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Direktur Badan Otoritas Pariwisata Labuanbajo Flores, serta perwakilan dari Bappenas, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas 62 Kabupaten Daerah tertinggal dan ITX Telkom.