Dirjen PDT: Dana Desa Cukup Besar, Jangan Disia-siakan


  Senin, 29 Januari 2018 Berita DITJENPDT

PALANGKARAYA - Jumlah dana yang ditransfer dari pusat ke desa cukup melimpah. Belum lagi program dari pemerintah kabupaten setempat. Direktur (Dirjen) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Syamsul Widodo meminta agar Dana Desa tidak disia-siakan dan pemanfaatan hendaknya dapat dioptimalkan.

Bukan jumlah yang sedikit, karena secara nasional ada 74.910 desa se-Indonesia yang menerima bantuan dana desa. Dana Desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat, yang nilainya tidak sedikit ini harus mampu menjadi pendorong pembangunan dari pinggir.

Salah satunya dengan menghasilkan karya, untuk pemberdayaan masyarakat, sehingga hidup desanya dan hidup warganya, melalui upaya menghidupkan badan usaha milik daerah (BUMDes). Disinilah pentingnya melibatkan pelopor produk unggulan daerah. Pelopor ini meliputi pelopor kedaulatan energi, pariwisata, ketahanan pangan dan lingkungan hidup.

Kenapa dengan pelopor? Syamsul mengatakan, para pelopor ini berasal dari berbagai latar belakang, tokoh masyarakat, agama, budaya dan tokoh pemuda yang tentunya memiliki pengikut. Sehingga harapan ke depan, suatu desa dapat mengetahui dan menyadari akan potensi desanya, dapat memetakan potensi masing-masing daerah yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan desa atau daerah.

"Pelibatan pelopor ini tujuannya adalah menyadarkan! Sadarkan mereka penduduk desa, perangkat desa, dan lainnya," kata Syamsul, usai menutup kegiatan dialog Program Aksi’ Kebijakan Kedaulatan Pangan dan Energi di Swissbell Hotel Danum yang berakhir pukul 22.00 tadi malam.

"Selanjutnya ya kembangkan, melalui pemanfaatan dana desa sekaligus pula menjadi sumber pendapatan desa itu sendiri. Dengan demikian, merupakan upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat, dapat membuka lapangan pekerjaan baru, dan seterusnya," lanjut dia.

Prioritas dari pelopor produk unggulan daerah ini, sambung Direktur pengembangan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian Desa PDTT, Nyelong Inga Simon, adalah menyasar kepada daerah-daerah yang dinilai masih tertinggal, jika dibandingkan dengan daerah lainnya.