Embung di Marga Baru Tingkatkan Produktivitas Pertanian


  Jumat, 23 Februari 2018 Berita DITJENPDT

MUSI RAWAS - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo meresmikan embung air di Desa Marga Baru, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, Sumatra Selatan.

Embung air yang berukuran 50 meter dengan lebar 20 meter, dan kedalaman 2,5 meter itu merupakan salah satu program prioritas dari Kemendes PDTT yang pembangunannya telah dimulai pada 2017, dengan anggaran sekitar Rp 300 juta.

Dalam pelaksanaan pembangunan embung yang ditargetkan selama satu bulan tersebut dilakukan secara swakelola atau padat karya tunai. Pembangunan embung dikerjakan masyarakat dengan upah sebesar Rp 150 ribu untuk tukang dan Rp 120 ribu untuk pembantu tukang yang pembayarannya diberikan setiap dua pekan sekali.

"Embung ini memiliki dampak yang besar bagi peningkatan produktivitas pertanian dan perkebunan masyarakat di desa dalam memenuhi kebutuhan airnya karena hanya 45 persen desa kita saat musim hujan bisa menanam dan sisanya enggak bisa menanam. Sehingga dengan adanya embung, sisanya tersebut bisa nanam dan pendapatan masyarakat bisa naik dua kali lipat," kata Eko dalam siaran pers, Selasa (20/2).

Bukan itu saja, menurut Eko, embung juga bisa dimanfaatkan untuk kolam ikan maupun tempat wisata yang nantinya juga bisa dimanfaatkan hasilnya dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Setiap embung yang jadi, pemerintah akan memberikan bibit ikan gratis yang bisa menjadi sumber protein hewani untuk dikosumsi masyarakat yang kurang mampu di desa-desa agar dapat mengurangi tingkat kekurangan gizi di desa-desa," katanya.

Selain meresmikan embung, Eko juga melakukan peletakan batu pertama desa wisata dan membuka kegiatan lomba mancing di Desa Marga Baru. Eko turut memberikan bantuan sebanyak 15 BUMDes Dari 186 BUMDes yang ada di Sumatra Selatan masing-masing sebesar Rp 15 juta dan bantuan ekonomi rakyat pada 15 kelompok masyarakat sebesar Rp 30 juta per kelompok.

"Dalam pengelolaan tempat wisatanya nanti akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dalam keuntungan usahanya akan menjadi milik desa," kata Eko.