Sinkronisasi Bantuan Sarana dan Prasarana Transportasi Daerah tertinggal dengan Dana Desa


  Selasa, 27 Nopember 2018 Kegiatan DITJENPDT

JAKARTA - Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana melalui Subdirektorat Sarana dan Prasarana Transportasi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Optimalisasi Pemanfaataan Bantuan Peningkatan Sarana dan Prasarana Transportasi di Daerah Tertinggal, Jakarta, Rabu (21/11).

Kasubdit Sarana dan Prasarana Transportasi, Anang herrypurwanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa koordinasi lintas UKE II diperlukan untuk mengoptimalisasi bantuan peningkatan sarana dan prasarana transportasi di daerah tertinggal.

Menurut Anang keberadaan dana desa di daerah tertinggal perlu direspon secara bijak dan disinkronkan dengan bantuan APBN untuk mengakselerasi peningkatan sarana dan prasarana transportasi di daerah tertinggal.

Di tingkat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, koordinasi teknis perlu dilakukan secara intensif untuk menemukan formulasi yang baik dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Dalam FGD tersebut, Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana mengundang Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Desa, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa sebagai narasumber untuk berdiskusi secara mendalam terkait tema diatas.

Di waktu yang bersamaan, dalam paparannya, Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana, Agus Kuncoro menyampaikan bahwa konsolidasi dalam pembangunan daerah tertinggal selalu dilakukan dan berharap di UKE I dan UKE II juga bisa berbagi informasi dalam percepatan pembangunan daerah tertinggal.

Alasannya, pembangunan daerah tertinggal tidak bisa dilakukan sendiri melainkan diintervensi bersama-sama baik itu lintas UKE III, UKE II, UKE I bahkan lintas K/L terkait, tambah Agus.

Untuk itu, fungsi koordinasi, fungsi regulasi dan fungsi eksekusi harus bisa dioptimalkan dengan baik dan seimbang agar mempunyai dampak yang signifikan dalam memberikan kontribusi yang lebih baik lagi, pungkas Agus Kuncoro mengakhiri paparannya.