Dirjen PDT Ajak UKM Lombok Masuki Pasar Digital


  Jumat, 01 Februari 2019 Berita DITJENPDT

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat didaerah tertinggal terkait e-commerce, Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bekerjasama dengan Shopee Indonesia melaksanakan kegiatan Literasi E-Commerce di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus NTB, Lombok Tengah, Kamis (31/1).

Dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Samsul Widodo memberikan kuliah umum terkait pemasaran produk berbasis online. Samsul Widodo mengajak para pelaku UKM yang ada didaerah tertinggal bisa mulai memasuki pasar online.

“Pemasaran produk berbasis online memiliki banyak keuntungan, karena kemudahan dan kecepatan transaksi produk yang diperjualbelikan,” ujar Samsul Widodo dihadapan ratusan Praja IPDN Kampus NTB.

Untuk mengajak UKM memasuki pasar online, bersama dengan Shopee Indonesia pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan pelatihan e-commerce kapada 60 pelaku UKM yang tersebar dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

“Dengan menjual secara online, para petani, nelayan maupun pelaku UKM dapat keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan menjual kepada tengkulak. Persoalan petani selama ini adalah mereka tidak bisa menjual hasil panennya dengan harga tinggi, bahkan tak jarang hasil panen mereka sulit untuk dijual, karena tidak adanya pasar atau pembeli,” ujar alumnus FISIP Universitas Jember.

Menurut Samsul, potensi e-commerce didukung dengan tingkat pengguna internet di Indonesia yang besar. Berdasarkan hasil survei tahun 2017, sebanyak 54,7 persen dari populasi penduduk Indonesia atau 143,26 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan pengguna internet.

"Kreatifitas kitalah yang perlu diasah, saat ini untuk menjual produk tidak perlu lagi melalui toko, hanya dengan menggunakan smartphone kita sudah dapat menjual produk kita ke seluruh Indonesia,” tutur Samsul.

Selain diikuti oleh 225 Praja IPDN dan 60 pelaku UKM, acara tersebut juga dihadiri Direktur IPDN Kampus NTB, Sri Hartati, Sekda Kabupaten Lombok Tengah, HM. Nursiah, Government Relation Shopee Indonesia, Malinda, Founder Eco Fashion Week Indonesia, Merdi Sihombing, perwakilan KOMPAK, Dinas Koperasi dan Perdagangan, serta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ).

Untuk yang terakhir, bersama dengan GIZ, Kemendesa PDTT telah mengembangkan Desa Bilebante yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah sebagai Desa Wisata. Selain itu, dalam kunjungan kerja di NTB, Dirjen PDT juga akan mengunjungi pusat potensi usaha ekonomi yang ada di Lombok, diantaranya pusat kerajinan Rotan di Desa Darmaji, Lombok Tengah dan pusat Produksi Teh Moringa Sasambo di Kota Mataram.

Kunjungan kerja Dirjen PDT di Lombok menjadi salah satu kegiatan untuk mendukung program Lombok Bangkit. Program Lombok Bangkit merupakan salah satu program integrasi yang dilaksanakan untuk membangun kembali Lombok paska bencana gempa.