Dirjen PDT: Desa Bilebante Contoh Sukses Pengembangan Desa Wisata


  Senin, 04 Februari 2019 Berita DITJENPDT

Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Samsul Widodo mengunjungi Desa Wisata Hijau Bilebante yang ada di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (1/1).

Desa Bilebante dinamai Desa Wisata Hijau karena menyuguhkan keasrian alamnya. Desa yang masih memiliki banyak lahan persawah ini menyuguhkan beberapa fasilitas bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam khas perdesaan.

Bagi pengunjung yang ingin menginap, Desa Wisata Hijau Bilebante sudah tersedia fasilitas homestay. Selain itu, terdapat fasilitas lainnya sepeti bumi perkemahan, kolam renang, Pasar Pancingan, jalur sepeda, serta sentra pelatihan UMKM pengolahan rumput laut.

Dalam kunjungannya, Samsul berbincang dengan warga setempat di Koperasi Putri Rinjani untuk mengetahui seluk beluk pengolahan rumput laut.

Ketua Koperasi Putri Rinjani, Zaenab menuturkan, ditempatnya rumput laut diolah menjadi keripik, dodol, dan wajik.

“Proses coba-coba untuk bisa menghasilkan olahan rumput laut seperti ini dulu butuh waktu satu tahun. Tahun 2015, saya ikut dalam Komite Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk urusan standarisasi rumput laut. Saya dan tim memberikan pendampingan kepada masyarakat tentang standar waktu panen rumput laut. Awal mulanya seperti itu sampai sekarang saya dan masyarakat mengolah rumput laut ini, ujar Zaenab.

Samsul Widodo mengapresiasi usaha pengolahan rumput laut yang dijalankan di Desa Bilebante yang dinilainya berhasil pengembangkan produk olahan rumput laut.

“Produk olahan rumput laut ini termasuk yang berhasil, biasanya rumput laut diolah menjadi karagenan sehingga masyarakat akan susah masuk ke sana, karena masuknya ke pabrik-pabrik besar. Saya berharap desa ini bisa menjadi contoh desa-desa lainnya untuk mengolah rumput laut”, jelas Samsul sembari mencicipi dodol rumput laut.

Selain mengunjungi Koperasi Putri Rinjani, Samsul Widodo juga mengunjungi Pasar Pancingan yang letaknya tidak jauh dari koperasi tersebut.

Pasar Pancingan adalah lokasi pemancingan ikan yang dibuka setiap Hari Minggu. Pengunjung Pasar Pancingan cukup menyewa alat pancing dan membeli umpan ikan untuk bisa memancing di lokasi tersebut.

Beberapa jenis ikan yang tersedia di kolam adalah ikan lele, nila, mujair, dan gurame. Selain menyediakan tempat pemancingan, Pasar Pancingan juga menyediakan jasa pengolahan ikan hasil tangkapan pengunjung. Hasil tangkapan pengunjung bisa langsung dinikmati di lokasi sembari menikmati pemandangan persawahan.

“Perlu ada tambahan fasilitas untuk anak-anak supaya mereka betah di sini, misal sediakan tempat untuk kandang-kandang kelinci, jadi anak-anak bisa kasih makan kelinci," ucap Samsul.

Sebagai informasi, Desa Wisata Hijau Bilebante pada tahun 2017 mendapatkan penghargaan dari Kemendes PDTT sebagai Desa Wisata terbaik dalam ajang Desa Wisata Award 2017. Terpilihnya Desa Bilebante karena dinilai telah mampu menjalankan roda perekonomian melalui Desa Wisata.