Kemendes PDTT Bersama Shopee Dorong UKM Go Online


  Kamis, 07 Februari 2019 Berita DITJENPDT

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT) bersama Shopee Indonesia melaksanakan pelatihan pengembangan dan pemasaran produk unggulan daerah bertajuk UKM Go Online yang dilaksanakan di Kampus IPDN NTB, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada Kamis hingga Jumat, 31 Januari - 1 Februari 2019.

Kegiatan pelatihan ini diperuntukkan bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur. Sebanyak 60 orang pelaku UKM hadir dalam acara pelatihan tersebut dengan membawa produk masing-masing. Dalam acara tersebut, para pelaku usaha yang hadir sekaligus bisa melakukan pemasaran produknya masing-masing secara online.

Acara ini diawali dengan agenda pemaparan kegiatan dari pihak Shopee dan Eco Fashion Week Indonesia terkait kegiatan umum yang telah mereka laksanakan maupun rencana kegiatan di tahun 2019.

“Shopee mendukung pengembangan produk dari UMKM di Indonesia. Selama ini Shopee Indonesia telah berkontribusi dalam edukasi UMKM, pemasaran produk, pembuatan kebijakan publik terkait pemasaran online, dan CSR”, ungkap Government Relation Shopee, Melinda.

Dalam acara yang sama, CEO Eco Fashion, Merdi Sihombing memaparkan kegiatan pelatihan menenun bagi masyarakat dengan pewarnaan secara alami. Pewarnaan alami bisa dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan alam seperti kayu, daun, biji, maupun bunga yang tersedia di sekitar kita.

“Eco Fashion adalah fashion yang merawat bumi dan menekankan kesetaraan.”, jelas Merdi Sihombing saat menekankan pentingnya menjaga alam melalui fashion.

Kegiatan pelatihan ini dibuka langung oleh Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT), Samsul Widodo dan dilanjutkan dengan agenda kuliah umum terkait pemasaran produk unggulan berbasis online.

“Ekonomi digital inilah yang disebut dengan ekonomi kreatif. Kreativitas kitalah yang perlu diasah, bahwa lapangan kerja terbuka lebar dan tak terbatas.”, jelas Samsul Widodo.

Pada hari pertama pelatihan, peserta yang hadir mendapatkan pemaparan terkait keuntungan transaksi online. Dalam pemaparannya, pihak Shopee memberikan cerita-cerita sukses terkait pelaku UKM yang memanfaatkan platform Shopee dalam pemasaran produknya. Hal ini dilakukan untuk memberikan motivasi kepada peserta yang hadir agar tergerak untuk memulai pemanfaatan media online sebagai sarana pemasaran produk mereka.

Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih product photography dengan menggunakan light box. Peserta juga diajarkan cara pembuatan dan penggunaan akun Shopee untuk pemasaran produk mereka.

Pelatihan hari kedua diawali dengan pengecekan ulang semua akun yang telah dibuat oleh para peserta di hari sebelumnya. Pihak Shopee juge memastikan setiap peserta bisa memiliki akun dengan sistem gratis ongkos kirim. Selanjutnya Pihak Shopee melakukan pemaparan terkait bagaimana teknik fotografi yang tepat untuk pemasaran produk. Hal ini ditujukan agar para peserta memiliki keterampilan dalam pengambilan gambar produk.

Setelah sesi pelatihan fotografi, peserta diberikan wawasan terkait copywriting. Setiap peserta membuat deskripsi produk sesuai dengan jenis produksinya sebagai deskripsi dari masing-masing produk yang akan dipasarkan secara online. Peserta juga dilatih dalam mendeskripsikan produk yang dijual seperti berat, jumlah produk tersedia, serta variasi dan lainnya.

Selama pelatihan hari kedua, peserta memiliki misi score board, yaitu lembar skor di mana peserta bisa mendapatkan tanda tangan dari pihak Shopee setelah menyelesaikan sebuah misi. Peserta yang paling banyak memiliki tanda tangan akan menerima hadiah berupa merchandise dari Shopee Indonesia.

Di akhir sesi pelatihan, peserta memberikan pesan dan kesannya selama mengikuti pelatihan. Salah satu harapan yang banyak diungkapkan oleh peserta adalah agar pelatihan semacam ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak pelaku UKM yang mempunyai kemampuan dalam pemasaran produknya melalui online. Shopee sendiri mengatakan bahwa seluruh rangkaian pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan produk yang dimiliki oleh tiap peserta UKM.