Indonesia Bangun Daerah Tertinggal dengan Satelit SMF


  Rabu, 15 Mei 2019 Berita DITJENPDT

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menjelaskan, proyek Satelit Multifungsi (SMF) merupakan salah satu upaya Kemkominfo dalam menuntaskan persoalan konektivitas pada layanan publik terutama di daerah tertinggal.

“Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang cukup menantang dalam penyediaan jaringan terestrial merupakan alasan utama sehingga teknologi satelit menjadi solusi yang tepat-guna dalam mengentaskan kesenjangan akses broadband internet,” jelasnya di Jakarta, Jumat (3/5).

Seperti diketahui proyek SMF ini adalah proyek keempat di Kemkominfo yang berhasil menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Pengembalian investasi proyek ini dilakukan melalui skema ketersediaan layanan (availability payment) dengan masa konsesi 15 tahun,” ucapnya.

Skema ini merupakan suatu bentuk usaha pemerintah untuk membangun infrastruktur melalui sinergi dengan swasta, tanpa membebankan anggaran di depan. Hal ini sejalan dengan cita-cita Pemerintah untuk mewujudkan pemerataan akses infrastruktur informasi di seluruh wilayah pelosok Tanah Air seperti dimandatkan badan dunia International Telecommunication Union (ITU) dengan konsep Universal Service Obligation (USO).

“Proyek SMF didukung penuh dan dimonitor oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berperan sebagai Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK),” pungkasnya.

Sumber: Gatra