Penjahit di Daerah Tertinggal Go Online Melalui Jahitin.com


  Rabu, 22 Mei 2019 Berita DITJENPDT

Daerah Tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan daerah lain dalam skala nasional. Pembangunan Daerah Tertinggal merupakan mandat PP 78/2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Perpres 131/2015 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019. Terdapat 122 Daerah Tertinggal yang ditangani pada Tahun 2015-2019. Sebaran Daerah Tertinggal lebih banyak berada di Kawasan Timur Indonesia yaitu 103 kabupaten (84,43%), sedangkan 19 kabupaten (15,57%) sisanya di Kawasan Barat Indonesia. Kriteria penetapan Daerah Tertinggal meliputi faktor SDM, ekonomi, sarana prasarana, aksesibilitas, keuangan daerah, dan karakteristik daerah. 
 
Upaya percepatan pembangunan Daerah Tertinggal harus dilakukan dengan cara-cara yang tidak biasa. Salah satunya dengan mendekatkan teknologi ke daerah-daerah tertinggal. Melalui inovasi dan teknologi, Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal mencoba mengjangkau hal-hal yang sebelumnya sulit bahkan belum pernah dijangkau. Lebih dari 60 startup digital bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, keterampilan, investasi dan pariwisata telah menjalin kerja sama dengan Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal untuk mengembangkan literasi dan praktik digital di Daerah Tertinggal.
 
Persoalan para penjahit di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait kualitas dan kurangnya sarana untuk pengembangan kapasitas, namun juga banyak pengrajin tenun dan penjahit yang kurang sejahtera. Para pengrajin memproduksi tenun dengan modal Rp.250.000 dan dijual dengan harga yang sama. Para penjahit tidak tahu cara menentukan harga, biaya, keuntungan dan kurang memahami cara mengatur keuangan baik individu maupun usaha sehingga apa yang dikerjakan selama ini cenderung stagnan dan tidak ada perkembangan.  Untuk menjawab persoalan tersebut, Ditjen Pembangunan Daerah Tertinggal bekerjasama dengan Jahitin.com untuk meningkatkan kesejahteraan para penjahit di Daerah Tertinggal. Jahitin adalah platform yang membantu mentransformasi kehidupan para penjahit melalui akses pasar yang lebih mudah dan juga peningkatan pendidikan keterampilan. Salah satu kegiatan yang dimiliki oleh Jahitin adalah jahitin academy dimana para penjahit mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas skill dan kompetensi baik online maupun offline
 
Jahitin.com menjadi wadah, sekaligus jembatan yang akan memudahkan penjahit-penjahit menemukan klien milenial mereka lewat website atau aplikasi. Selama ini yang diketahui banyak orang adalah ketika akan bikin baju di penjahit, harus fitting terlebih dahulu secara langsung. Tantangan ini diselesaikan oleh Asri Wijayanti sebagai CEO Jahitin.com. Calon pelanggan dengan mudah tinggal akses Jahitin.com, kemudian mengisi data pemesanan yang terdiri dari identitas, ukuran baju, serta model yang diinginkan. Setelah itu, konsumen akan mengirimkan bahan kain yang akan digunakan membuat baju ke alamat penjahit. Jahitin.com mampu meningkatkan kesejahteraan para penjahit hingga 200%. 
 
Pilot project kerjasama dengan Jahitin.com dilakukan di Kabupaten Kupang dan Kab.Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terdapat 100 orang yang mengikuti pelatihan jahitin academy. Para peserta diberikan materi tentang inovasi oemanfaatan limbah tenun sebagai peluang wirausaha dan pelatihan manajemen keuangan sederhana. Kondisi pelatihan sanagt kondusif, para peserta semangat dan termotivasi karena materi yang diberikan disesuai dengan kebutuhan peserta. Harapan dari diadakannya pelatihan jahitin academy ini nantinya para penjahit bisa menghasilkan karya yang berkualitas dan sesuai dengan selera pasar sehingga bisa berdaya saing dan dapat membantu kehidupan perekonomian keluarga menjadi lebih baik.