Memanfaatkan Hutan Mangrove untuk Menarik Wisatawan


  Selasa, 28 Mei 2019 Berita DITJENPDT

Sektor pariwisata merupakan sektor unggulan dalam pembangunan karena berdampak multiplier effect, atau dapat memacu timbulnya kegiatan lain. Dengan kata lain sektor pariwisata akan menggerakkan sektor-sektor lain sebagai pendukungnya, seperti industri makanan dan minuman, transportasi lokal, infrastruktur dan lain-lain, terlebih minat khusus masyarakat di sektor pariwisata sedang tinggi saat ini.

Dalam rangka mengembangkan pariwisata di daerah tertinggal, Direktorat Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup pada tahun 2018 memberikan bantuan berupa rehabilitasi hutan mangrove di Kabupaten Bima, tepatnya di Desa Soro Kecamatan Lambu.

Pemanfaatan hutan mangrove untuk mendukung pariwisata salah satunya dengan dibangun jalan titian/jembatan kayu, pembangunan gazebo, pembangunan gapura, pembangunan menara pandang dan toilet.

Hutan mangrove yang fungsi utamanya untuk mencegah terjadinya abrasi atau erosi pantai, kini bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pariwisata. Setelah dibangun jalan titian ini, banyak wisatawan yang berkunjung sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Setiap harinya kini wisata hutan mangrove yang terletak di Desa Soro rata-rata bisa menghasilkan 10 juta rupiah dari tiket masuk dan tiket parkir. Jika dikalkulasikan dalam 1 tahun, maka omsetnya bisa mencapai 120 juta rupiah per tahun. Dengan demikian wisata hutan mangrove ini bisa membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar, serta menjadi sumber pendapatan desa dan daerah.