Ditjen PDT Kembangkan Mete di Alor


  Kamis, 04 Juli 2019 Kegiatan DITJENPDT

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Direktorat Pengembangan Ekonomi Lokal melaksanakan Workshop Pendampingan dan Peningkatan Produktivitas Kacang Kenari dan Mete di Kabupaten Alor kerjasama dengan Astra dan Timurasa, Selasa (2/7).

Dalam workshop tersebut dilakukan pendampingan pengolahan Kenari dan Mete, pembuatan alat penunjang produksi berupa rumah surya, serta membantu dalam hal pemasaran dan penjualan.

Kabupaten Alor terkenal sebagai daerah penghasil Jambu Mete di provinsi Nusa Tenggara Timur. Tercatat luas lahan Jambu Mete di Kabupaten Alor seluas 11.368 hektar dengan produksi mencapai 4.625 ton.

Namun selama ini, Mete masih dijual secara gelondongan, belum diolah menjadi produk camilan atau produk olahan lainnya. Oleh karena itu Ditjen PDT menggandeng Timurasa untuk membantu mengembangkan Jambu Mete agar bisa diolah menjadi produk turunan, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Dalam kegiatan tersebut hadir Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal, Bupati Alor, Co-Founder Timurasa, perwakilan Astra, jajaran OPD Kabupaten Alor, serta pengurus BUMDes dan kelompok tani Desa Nailang, Desa Waisikal dan Desa Kamot sebagai 3 desa pilot project pengembangan Kenari dan Mete di Kabupaten Alor.