Ditjen PDT Kerjasama dengan Shopee Kembangkan Literasi E-Commerce di Daerah Tertinggal


  Senin, 08 Juli 2019 Berita DITJENPDT

Pembangunan Daerah Tertinggal dijalankan sebagai mandat PP No.78 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal. Berdasarkan Perpres No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, saat ini terdapat 122 daerah tertinggal di Indonesia. Papua Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki banyak daerah tertinggal. Dari total 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Papua Barat, 7 Kabupaten merupakan daerah tertinggal. Diperlukan strategi untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal salah satunya melalui pengembangan ekonomi lokal masyarakat.
 
Persoalan pemasaran produk di Daerah Tertinggal tidak hanya terkait aksesibilitas dan minimnya sarana prasarana, namun juga rendahnya pengetahuan masyarakat tentang literasi e-commerce. Potensi produk unggulan di daerah tertinggal cukup besar, seperti potensi pertanian, perikanan, perkebunan dan pariwisata. Namun hingga saat ini terdapat kendala terkait pemasaran produk agar dapat diterima dengan baik oleh pasar.

Shopee memiliki program Kreasi Nusantara yaitu laman khusus di Shopee yang didedikasikan khusus untuk memberikan sorotan bagi produk lokal. Setiap minggunya, Kreasi Nusantara telah mengkurasi sekitar 25.000 produk lokal antara lain makanan ringan, kerajinan tangan, Kain Tenun, essential oil, VCO, dll dengan peningkatan transaksi hingga 8 kali lipat sejak pertama kali diluncurkan. Melalui Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global, UMKM dapat memaksimalkan potensi penjualan produk local ke luar negeri via Shopee. Selain itu, UMKM juga dapat mempelajari bagaimana cara mengembangkan strategi ekspor melalui kelas Kampus Shopee

Ditjen PDT bekerjasama dengan Shopee untuk meningkatkan pemasaran dan penjualan produk-produk UKM di Daerah Tertinggal melalui kegiatan Literasi E-Commerce di Daerah Tertinggal UMKM Go Online. Saat ini sudah lebih dari 200 UKM di Daerah Tertinggal yaitu di Kab.Lombok Barat, Kab.Lombok Utara, Kab.Lombok Timur, Kab.Lombok Utara, Kab.Sumbawa, Kab.Bima, Kab.Dompu, Kab.Donggala dan Kab.Sorong dikenalkan dengan sistem penjualan secara online dan produknya terlisting di Marketplace Shopee. Melalui kerjasama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan penjualan produk-produk di Daerah Tertinggal, terjalinnya kemitraan serta kerjasama pengembangan ekonomi lokal, dan mendorong terciptanya lapangan pekerjaan di Daerah Tertinggal

Literasi Ecommerce: UMKM Go Online di Daerah Tertinggal dilakukan di Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat. Pada awal acara, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo didampingi Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal, Bahartani dan Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia, Priyono menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan Marketplace Shopee. Acara Literasi Ecommerce ini dihadiri oleh 60 Peserta dari Kab.Sorong dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sorong, Suka Harjono. Melalui kegiatan ini, masyarakat UKM di Kab.Sorong diharapkan dapat memanfaatkan internet untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya, salah satunya dengan memasarkan produknya secara online melalui marketplace yang ada.