Samsul Widodo: Peranan E-Commerce Dalam Menembus Pasar Global


  Selasa, 27 Agustus 2019 Berita DITJENPDT

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo menjadi narasumber Diskusi Ekonomi Digital dengan tema “Peranan E-Commerce Dalam Menembus Pasar Global” sebagai rangkaian acara Pameran Pasar IDEA di Jakarta Convention Center, Jumat (16/8).
.
Dalam paparannya, Samsul Widodo menjalaskan bahwa desa dan daerah tertinggal memiliki banyak produk unggulan. Di Pulau Jawa saja, produk unggulan pangan sudah mencapai 8.499 desa, sedangkan produk unggulan non pangan mencapai 5.014 desa. Dengan banyaknya produk unggulan yang dimiliki, maka produk-produk tersebut sudah selayaknya dapat dipasarkan ke berbagai daerah.
.
Pemasaran produk-produk unggulan desa dan daerah tertinggal dapat dipermudah dengan adanya sistem perdagangan elektronik atau yang dikenal dengan sebutan e-commerce . Dengan adanya e-commerce maka para pengrajin, petani, nelayan, peternak, dan produsen lainnya dapat menjual produk mereka tanpa perlu bertemu langsung dengan para pembeli, sehingga produk yang dijual dapat dipasarkan baik nasional maupun internasional.
.
Samsul Widodo mengatakan bahwa saat ini sudah ada produk dari para produsen di daerah tertinggal yang diekspor. Beberapa contoh komoditas yang sudah diekspor adalah rajungan, vanilli, kenari, dan daun kelor. DIharapkan, marketplace juga dapat turun tangan untuk bisa bekerja sama dengan para pelaku usaha dikarenakan tingginya potensi yang dimiliki daerah tertinggal.

Pasar idEA sendiri adalah sebuah acara pameran Online to Offline (O2O) dimana berbagai pihak pelaku e-commerce di Indonesia dapat mensosialisasikan programnya serta memberikan pelanggan beragam promo dan sale besar-besaran. Acara ini diselenggarakan oleh idEA (Asosiasi E-commerce Indonesia) bersama dengan Traya Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center mulai dari tanggal 15 hingga 18 Agustus 2019.