Kemendes Bersama PFN Gelar Kursus Daring Audiovisual di Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan


  Selasa, 19 Mei 2020 Berita DITJENPDT

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Tranmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan Perum Produksi Film Negara (PFN) mengadakan program pelatihan daring atau Agrikursus Daring Audiovisual di bidang pertanian dan ketahanan pangan untuk para penyuluh masyarakat, terutama di desa-desa lumbung pangan nasional.

Agrikursus daring audiovisual merupakan salah satu kursus daring untuk memproduksi konten audiovisual yang dibagi dalam 2 batch. Topik yang diangkat adalah terkait bidang pertanian dan ketahanan pangan. Hal ini berkaitan dengan merebaknya pandemi COVID-19 yang memberikan dampak besar terhadap pelaksanaan perekonomian di berbagai negara, salah satunya adalah terkait ketahanan pangan nasional.

Melalui kursus daring ini diharapkan akan tercipta konten-konten kreatif yang dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah mengakses informasi dalam peningkatan produktivitas.

Setiap batch akan dilaksanakan selama 5 hari dengan tujuan akhir setiap peserta dapat memproduksi sendiri konten audiovisual. Total peserta yang tergabung dalam 2 batch awal ini mencapai sekitar 100 orang yang berasal dari 30 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Para peserta yang tergabung dalam kursus daring ini berasal dari berbagai latar belakang yang dianggap mampu membawa dan menerapkan ilmu ini di wilayahnya. Beberapa diantaranya berprofesi sebagai penyuluh pertanian, pendamping desa, mahasiswa, tenaga pengajar, konten kreator, tenaga pendukung program (TPP), petani, staf di pemerintahan kabupaten dan desa, pengelola BUMDesa, dan sebagainya.

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini yang dapat dimanfaatkan dalam rangka peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Penguatan ilmu menyangkut bagaimana kita bisa mengembangkan pelatihan-pelatihan audiovisual, ini satu sisi yang belum terlalu banyak dikembangkan, oleh karena itu saya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini,” ujar Anwar Sanusi saat memberikan sambutan pada pembukaan batch 1 Agrikursus Daring Audiovisual secara online, Selasa (19/5).

Menurut Anwar Sanusi, isu pangan menjadi salah satu isu penting dalam beberapa tahun kedepan, terlebih ditengah mewabahnya pandemi COVID-19 saat ini. Desa mempunyai tugas besar untuk menjawab tantangan tugas terkait isu pangan.

“Ditengah segala keterbatasan yang ada, kita harus bisa menghadirkan solusi, bagaimana desa-desa, daerah tertinggal dan kawasan transmigrasi mampu terus berkembang,” ucap Anwar Sanusi.

Selama proses kursus berlangsung, para peserta akan menerima buku modul digital, video tutorial, dan sertifikat pelatihan. Peserta akan dilatih dan didampingi oleh 3 tutor pada setiap sesinya. Terdapat 5 sesi yang akan diikuti oleh peserta, yaitu sesi pengenalan terkait audiovisual, sesi pengembangan naskah dan pra produksi, sesi tata kamera dan tata suara, sesi penyuntingan gambar, dan sesi sharing session.

Melalui kursus ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas produktivitas dan pemahaman masyarakat dalam bidang audiovisual. Hal tersebut seperti dinyatakan oleh Direktur Utama PFN, Judith Jubilina Dipodiputro.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan dokumentasi yang baik dan efektif,” ujar Judith.

Turut hadir adalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Samsul Widodo, Ketua Dewan Pengawas PFN, Ismail Cawidu, perwakilan Kementerian BUMN, serta para pejabat di lingkungan Kemendes PDTT dan PFN.