Kemendes PDTT Dukung Program Pengembangan Ekonomi Lokal Kerjasama dengan Pemerintah Kanada


  Rabu, 20 Mei 2020 Berita DITJENPDT

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada (GAC) membuat proyek kemitraan National Support for Local Investment Climates (NSLIC) / National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSELRED) Project yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aktor-aktor pemerintah dan non-pemerintah nasional dan daerah untuk perbaikan iklim investasi dan pengembangan ekonomi lokal.

Di tingkat nasional proyek NSLIC/NSELRED bekerjasama dengan Kementerian dan Lembaga teknis seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementrian Pertanian, dan lain-lain. Ditingkat kabupaten, proyek NSLIC/NSELRED bekerja mendukung pilot-pilot pengembangan ekonomi lokal di 10 Kabupaten/Kota yaitu Provinsi Sulawesi Tenggara (Kota Kendari, Kota Bau Bau, Kabupaten Konawe Selatan, Kabupaten Bombana, Kabupaten Wakatobi) dan Gorontalo (Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Pohuwato).

Selain itu NSLIC/NSELRED juga mendukung Pemerintah Pusat dalam mengembangkan inovasi ekonomi lokal dan regional di 18 wilayah Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) terpilih sebagai bentuk dukungan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015- 2019 dan 2020-2024. Ke-18 wilayah tersebut adalah: Kubu Raya, Tabanan, Lombok Timur, Pinrang, Banyuwangi, Maluku Tengah (tahap I); Pesisir Selatan, Mempawah, Kayong Utara, Dompu, Sidenreng Rappang, Manokwari (tahap II), dan Belitung, Pandeglang, Bengkayang, Klungkung, Buleleng, Mamuju (tahap III).

Terkait dengan upaya pengembangan ekonomi lokal khususnya pengembangan komoditas atau produk, NSLIC/NSELRED didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi melalui Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Ditjen PDT).

“Pelaksanaan proyek NSLIC/NSELRED ini sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam RPJMN yang menegaskan pentingnya kebijakan dan program nyata serta terukur guna mendorong percepatan pembangunan perdesaan dan daerah tertinggal,” ujar Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDTT, Samsul Widodo, Rabu (20/5).

Menurut Samsul Widodo, pengembangan ekonomi lokal adalah penopang utama kinerja perekonomian nasional, oleh karena itu pihaknya berupaya menghubungkan para pelaku ekonomi di wilayah KPPN dengan pasar atau market.

Untuk itu dalam beberapa bulan kedepan akan dilakukan serangkaian pengembangan kapasitas dan keterampilan dari para pelaku ekonomi tersebut khusus dalam bidang pemasaran, sertifikasi produk, branding, packaging, penguatan kelembagaan kawasan perdesaan (BUMDes), dan beberapa pelatihan teknis lainnya.

Workshop perdana dilaksanakan pada Rabu 20 Mei 2020 yang membahas optimalisasi penggunaan platform Google My Business dalam pemasaran yang menghadirkan narasumber founder Saqina.com sekaligus konsultan e-commerce, Ines Handayani.

Menurut Senior Manager Local Regional Economic Development NSLIC/NSELRED, Natalie Padang Leonhardt mengatakan bahwa pemasaran menjadi hal penting, tanpa dukungan pemasaran pengembangan produk tidak akan berhasil.

“Diharapkan pengembangan kapasitas ini dapat meningkatkan kualitas SDM dan produk lokal serta membangun jalur pemasaran sehingga produk lokal bisa terjual di pasaran yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan daya saing daerah,” ujar Natalie saat memberikan sambutan pada workshop online presence, Rabu (20/5).

Workshop Online Presence sendiri terlaksana atas dukungan dari Ditjen PDT Kemendes PDTT yang dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Mempawah, tim dari Ditjen PDT dan NSLIC/NSELRED serta diikuti oleh para pelaku BUMDes/BUMDes Bersama, dan UMKM.