Gus Menteri Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari UNY


  Senin, 13 Juli 2020 Berita DITJENPDT

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan peran Nahdlatul Ulama (NU) dan Pesantren dalam perjalanan karir politiknya hingga dipercaya menjabat menteri.

Menurut Abdul Halim atau yang akrab disapa Gus Menteri, kesuksesan demi kesuksesan tidak luput dari peran NU dan pesantren yang selama ini menjadi tempat belajar tentang banyak hal khususnya tentang tatanan hidup bernegara.

"Persinggungan mengabdi di pesantren, belajar di lembaga pendidikan formal, serta berkhidmat di NU, telah menggeser perjalanan takdir saya ke dunia politik," ungkap Gus Menteri dalam pidatonya saat penganugerahan  gelar Doktor Honoris di UNY Yogyakarta, Sabtu (11/07/2020).

Lebih lanjut, Gus Menteri menceritakan soal peran NU yang mengkonsolidir warganya untuk membuat suatu wadah penyaluran aspirasi politik yang diinisiasi langsung oleh Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat reformasi.

"Hasil ijtihad dari kondisi masa itu berupa lahirnya Partai Kebangkitan Bangsa, sebagai kendaraan warga nahdliyin dalam menyalurkan aspirasi politiknya," imbuhnya.

Lahir PKB dikancah politik nasional disambut baik oleh warga nahdliyin di berbagai daerah termasuk di Kabupaten Jombang yang dimotori langsung oleh Gus Menteri.

Hasilnya pun tidak mengecewakan, hasil pemilu tahun 1999 Gus Menteri menjadi salah satu yang terpilih menjadi anggota bahkan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang dua periode yaitu 1999-2004 dan 2004-2009.

"Di Internal PKB, saya mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PKB Jombang dari tahun 2001-2011," katanya.

Karirnya politik Gus Menteri terus melejit, ia terpilih menjadi anggota dewan bahkan ketua DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi pucuk pimpinan di DPW PKB Jawa Timur dan akhirnya dipercaya menjabat Menteri Desa oleh presiden Jokowi.

Teks: Badriy/Kemendes PDTT