Promosi Kewirausahaan Pariwisata Kuliner Lombok Melalui Bisnis Inklusif


  Senin, 13 Juli 2020 Berita DITJENPDT

Dalam rangka mempromosikan kewirausahaan pariwisata melalui Kuliner Lombok yang Inovatif di Sembalun, Bilebante dan Mandalika dengan menggunakan konsep bisnis inklusif, Bappenas dan GIZ, bekerjasama dengan Sekolah Seniman Pangan, Kemenkop UKM, Kemendes PDTT dan BRI Syariah menyelenggarakan pelatihan kuliner.

Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 18-23 November 2019 yang diikuti oleh 15 peserta, masing-masing 5 orang dari Sembalun, Bilebante dan Mandalika. Pelatihan dilakukan melalui 3 pendekatan, yakni pelatihan di kelas, pelatihan di laboratorium dan dapur, serta pelatihan di lapangan.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan meliputi strategi inovasi produk, branding, penghitungan harga pokok produksi, penetapan harga jual, pengemasan dan labelling, pengolahan pangan, keamanan pangan, pengenalan organoleptik, perijinan produk industri rumah tangga, sales pitch, marketing, orientasi program farm tourism, cooking class, cooking demo, perencanaan produksi, literasi keuangan, akses ke perkreditan, dan validasi produk. Keseluruhan materi disampaikan oleh 18 pemateri.

Disela pelaksanaan pelatihan kuliner inovatif, dilakukan launching dan penandatanganan kesepahaman bersama kerjasama multi pihak untuk mendukung pelaksanaan pengembangan bisnis inklusif kuliner inovatif di Lombok. Launching dan penandatanganan kesepahaman bersama diselenggarakan pada tanggal 22 November 2019 dihadiri oleh beberapa pihak, antara lain Bappenas, Kemenkop UKM, Kemendes PDTT, SSP, BRI Syariah, dan proyek ISED. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki hadir untuk menyaksikan penandatanganan kesepahaman bersama.

Setelah selesai pelatihan, dilakukan coaching oleh konsultan ISED pada tanggal 18-20 Desember 2019 di Bilebante, 4 Maret 2020 di Mandalika dan 21 Juni 2020 di Sembalun dengan cara memberikan pengetahuan bisnis dan manajemen/pengelolaan untuk menunjang bisnis/usaha para peserta. Coaching dilakukan guna mengidentifikasi tantangan dan kendala yang masih dihadapi oleh peserta paska pelatihan.

Pada tanggal 22 Desember 2019, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melaksanakan Lomba Kuliner Kreatif di Pulau Lombok yang diadakan di Kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Tim kuliner Desa Wisata Hijau (DWH) Bilebante turut serta berperan sebagai peserta dan menyajikan makanan khas lokal dengan desain yang telah diajarkan dan dilatih oleh SSP. Di akhir lomba, Tim Kuliner DWH Bilebante dinyatakan sebagai Pemenang Harapan I (Juara 4) dari sekian banyak peserta. Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan, menyadari pesaing dalam lomba ini umumnya berasal dari Politeknik Pariwisata Negeri Lombok.

Pada bulan April-Mei 2020 lalu dilakukan baseline survey yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi profil dari peserta pelatihan kuliner yang dilakukan melalui proyek ISED. Baseline survey dilakukan untuk menyediakan data dasar yang menggambarkan kondisi awal peserta sebelum mendapatkan pelatihan. Data awal ini selanjutnya akan dibandingkan dengan kondisi akhir dari data yang akan dikumpulkan pada saat endline survey dilakukan.

Dari seluruh rangkaian aktivitas mulai dari November tahun lalu hingga Mei 2020 dapat disimpulkan bahwa seluruh peserta pelatihan kuliner memperoleh pengetahuan yang sangat berharga dan terkini, seluruh peserta coaching kuliner menyampaikan bahwa dengan mengikuti pelatihan mendapatkan semangat baru untuk memulai usaha bagi yang belum memiliki usaha/ pekerjaan, bahkan semakin meningkatkan skala usahanya bagi yang telah memiliki usaha, dan hampir keseluruhan peserta pelatihan merasa masih perlu untuk didampingi dalam pengembangan bisnis inklusif kuliner khususnya untuk mengatasi tantangan dan kendala, antara lain keterbatasan alat dan bahan baku penolong yang sulit didapatkan di Lombok.

Karena dampak penyebaran Covid-19, beberapa rencana aktivitas selanjutnya mengalami penundaan, seperti pelatihan tindak lanjut dan Training of Trainers (ToT), menyelesaikan proyek penyusunan buku kuliner dan budaya Sasak Lombok, membangun aliansi kerja sama dengan beberapa pihak seperti pemerintah kabupaten, perusahaan kuliner, BLK Lombok Timur, dan pihak lainnya, menyusun atau merancang pengembangan model bisnis inklusif kuliner di Sembalun, Bilebante dan Kawasan Lingkar Mandalika dengan dukungan dari Universitas Prasetiya Mulya dan CENTRINN Universitas Mataram, dan pelaksaaan endline survey.

Seluruh rencana kegiatan tersebut diatas akan segera diimplementasikan dengan menyesuaikan kondisi yang ada.