Pemerintah Fokuskan Elektrifikasi di Daerah Terpencil


  Senin, 22 Januari 2018 Berita DITJENPDT

JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, menyatakan siap mendukung elektrifikasi di daerah terpencil. Salah satunya bersinergi dengan gerakan-gerakan yang diprakarsai masyarakat untuk mempercepat capaian program pemerintah.

Dikatakan, pemerintah memegang komitment untuk mewujudkan pemerataan elektrifikasi di daerah-daerah terpencil di Indonesia. "Selama ini pemerintah tengah terus dan aktif melakukan berbagai program agar tidak ada satu pun desa yang tidak dialiri listrik," kata Eko, saat menghadiri acara Mini Konser Akon di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu 8 Maret 2017.

Pada mini konser itu tampil rapper Amerika Serikat asal Senegal, Aliaune Damala Akon Thiam atau yang dikenal dengan Akon turut berkontribusi mendukung ketersediaan listrik di daerah-daerah terpencil yang ditinggali oleh Suku Anak Dalam, Orang Rimba, dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Menurut Eko, apa yang dilakukan Akon merupakan sebuah terobosan dan ujud nyata kepedulian masyarakat terhadap pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. "Jika Akon yang dari Amerika Serikat saja mau peduli, mengapa kita tidak. Saya ingin mengguggah para filantropis di Indonesia untuk melakikan hal serupa," ujarnya.

Ia mengapresiasi adanya kerja sama dengan Akon yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial dan Dwiyuna Jaya Foundation. Menurutnya, tenaga listrik merupakan hal krusial yang dibutuhkan masyarakat di desa-desa di daerah tertinggal.

"Di samping membantu elektrifikasi di desa-desa, dengan ikonnya rapper Akon bisa mengajak filantropi perusahan-perusahaan untuk lebih membantu desa-desa di Indonesia dengan CSR-nya," ujar Mendes.

Sementara itu, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kerja sama ini menunjukkan adanya keberpihakan dan kepedulian pada masyarakat di daerah tertinggal untuk mendapatkan elektrifikasi. Ia mencontohkan jumlah Komunitas Adat Terpencil (KAT) pada satu titik bisa mencapai 30 rumah karena lokasinya yang terisolasi.

"Teknologi solar cell akan menjadi solusi terbaik karena tidak perlu membayar tiap bulannya " ujar Mensos.

Bukan kali pertama Rapper Akon mendukung elektrifikasi di pedesaan. Sebelumnya, Akon sudah menjalankan program serupa di 22 negara di Benua Afrika dan India. Untuk di Indonesia, kehadiran Akon akan menjalankan programnya yang diberi nama AKON Lighting Indonesia.

"Saya akan bersama rakyat Indonesia peduli anak dalam. Mereka memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat di kota modern. Paling tidak harus bisa dialiri listrik kurang dari 6 bulan dari sekarang," ujar Akon.

Dwi putranto dari Dwiyuna Jaya Foundation menyatakan, program ini membawa harapan untuk Suku Anak Dalam, Orang Rimba dan Komunitas Adat Terpencil untuk mendapatkan listrik. Adanya kerjasama ini juga sekaligus mewujudkan adanya sinergi antara pemerintah dan swasta untuk membangun desa.

"Kami memfasilitasi melalui pendekatan data dari Kemensos dan Kemendes, kemudian kami turun langsung ke spot-spot yang membutuhkan aliran listrik, prosesnya tiga bulan dari verifikasi pertama," ujarnya.