Pembangunan Sarana Prasarana di Daerah Tertinggal Harus Bisa Meningkatkan Sosial Ekonomi Masyarat


  Kamis, 29 Nopember 2018 Kegiatan DITJENPDT

SURABAYA - Direktur Peningkatan Sarana dan Prasarana, Agus Kuncoro menyampaikan pentingnya optimalisasi manfaat hasil pembangunan sarana dan prasarana di daerah tertinggal dalam rangka meningkatkan sosial ekonomi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Agus Kuncoro dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Peningkatan Sarana dan Prasarana di Daerah Tertinggal, Surabaya, Kamis (29/11).

Rapat Koordinasi dilaksanakan sebagai upaya evaluasi kegiatan peningkatan sarana dan prasarana di daerah tertinggal tahun 2018, sekaligus evaluasi penyerapan anggaran Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana.

"Kami ingin menggali permasalahan, kendala dan hambatan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam penyelesaian pekerjaan pembangunan sarana dan prasarana, dengan memahami setiap persoalan yang muncul, kita juga bisa belajar mengantisipasi dan lebih berhati-hati dalam pelaksanaan kegiatan dan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan," ujar Agus.

Menurut Agus percepatan pekerjaan peningkatan sarana dan prasarana di daerah tertinggal harus dilakukan. Itulah salah satu alasan mendasar perlu dilakukan pra dipa atau lelang awal tahun pada paket pekerjaan peningkatan sarana dan prasarana tahun anggaran 2019.

"Seperti yang disampaikan oleh Dirjen PDT, kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana di daerah tertinggal agar mempunyai daya manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar. Untuk itu, peran koordinasi dengan Unit Kerja Eselon I dan Kementerian/Lembaga lain sangat penting dilakukan agar sarana dan prasarana yang sudah dibangun bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat," ucap Agus.

Dengan begitu, peningkatan sarana dan prasarana di daerah tertinggal bisa mengatasi masalah-masalah mendasar ketertinggalan dan mempercepat pengentasan daerah tertinggal sesuai dengan nawacita ke 3 ujar Agus mengakhiri paparannya.