Satwa Nusantara, Solusi Digital Warga Situbondo


  Senin, 07 Januari 2019 Kegiatan DITJENPDT

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo bersama Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto (tengah) dan Group Head Coporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih (kanan) mencoba aplikasi Satwa Nusantara di kandang percontohan pengandangan, penggemukan, perawatan dan pengelolaan limbah sapi disela acara peluncuran solusi digital “Satwa Nusantara” untuk peternak sapi di Desa Karang Tekok, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

Solusi digital “Satwa Nusantara” memberikan data dan gambaran mengenai potensi ekonomi yang bisa didapatkan dari ternak sapi warga desa ke depan. Sesuai dengan namanya, solusi berbasis FCMS memang ditujukan untuk memaksimalkan produktvitas komoditi pertanian dengan cara menata, memantau dan merencanakan rantai pengelolaan dari hulu ke hilir.

Sapi merupakan aset utama warga di Desa Karang Tekok, namun selama ini mereka harus menghadapi persoalan saat musim kemarau, di mana pakan tidak mencukupi. Sehingga sapi kelaparan dan bobotnya menyusut drastis.

Khawatir sapi mereka mati, banyak warga yang akhirnya menjual sapi dengan harga yang sangat rendah. Padahal, sapi-sapi yang diternakkan warga adalah sapi dari jenis unggul yang mempunyai potensi besar secara ekonomi untuk dikembangkan.

Karenanya, hadirnya solusi digital ini diharapkan mampu mengatasi salah satu simpul persoalan di Desa Karang Tekok. Penerapan solusi ini akan mengubah pola pemeliharaan ternak yang selama ini sudah diterapkan.

Jika sebelumnya sapi-sapi digembalakan di padang rumput terbuka untuk mendapatkan rumput hijau. Kini sapi harus dikandangkan agar mudah dipantau kondisinya sekaligus mudah memberikan makan.

Dengan demikian, ternak tidak hanya bisa diselamatkan dari ancaman kematian di setiap musim kemarau, namun juga bisa dikembangkan secara ekonomis sebagai komoditas.

Lebih lanjut, melalui “Satwa Nusantara” ini, para peternak, warga, termasuk aparat pemerintah terkait juga akan bisa memperoleh gambaran mengenai potensi dari ternak sapi ini yang bisa diolah dan dikembangkan skalanya. Sehingga, aktivitas ekonomi baru bisa dilahirkan, yang sekaligus akan memberikan nilai tambah ekonomi pada seluruh warga desa, dan pada akhirnya tujuan pengentasan kemiskinan dan ketertinggalan bisa diwujudkan.