Melalui Platform Digital, Nelayan Indonesia Kini Bisa Memasarkan Komoditas Laut Hingga ke Amerika


  Selasa, 12 Februari 2019 Berita DITJENPDT

Lebih dari 2.000 nelayan di Indonesia sudah memanfaatkan aplikasi berbasis Android, untuk memasarkan komoditas laut. Pendapatan mereka bisa naik hingga tiga kali lipat.

Mereka memakai aplikasi Aruna, yang bisa diakses melalui gawai, agar terhubung dengan perdagangan daring. Aruna dirancang oleh tim dari Indonesia, salah satunya adalah Utari Octaviaty.

"Kami menghubungkan nelayan-nelayan kecil di Indonesia dengan pasar komoditas laut yang lebih luas. Hasil tangkapan nelayan bisa diekspor hingga ke Amerika Serikat, Cina dan Vietnam," katanya.

Aplikasi Aruna juga membuat nelayan bisa memantau harga secara lebih transparan. Tapi, masih banyak nelayan yang belum bisa memakai sendiri aplikasi di telepon pintar atau gawai lainnya.

Aruna mengajak banyak anak muda Indonesia ikut membantu nelayan, untuk menggunakan aplikasi.

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada tahun 2018 telah bekerjasama dengan Aruna dalam menjual ikan segar dari Sorong dan Berau melalui online dengan menggandeng Pos Indonesia sebagai pengirim.

Selain membantu memasarkan hasil produksi ikan segar di daerah tertinggal, Ditjen PDT bersama Aruna juga melakukan pilot project Budidaya Udang Rajungan di Kabupaten Konawe.

Di tahun 2019 Ditjen PDT dan Aruna akan meningkatkan pemasaran dan pengolahan produk unggulan hasil laut di daerah tertinggal.