Kemendes PDTT Buka Akses Jalan Baru Warga Desa Sumae Halmahera Selatan


  Rabu, 15 Mei 2019 Kegiatan DITJENPDT

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berupaya membuka aksesibilitas masyarakat dengan membangun jalan nonstatus di Desa Sumae, Kecamatan Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan.

Kasubdit Sarana dan Prasarana Transportasi dari Direktorat Peningkatan Sarana dan Prasarana, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Kemendes PDTT, Muhammad Yasin, mengatakan jalan tersebut telah direncanakan pembangunannya pada tahun ini. Kini, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat dan kunjungan ke lokasi.

Menurutnya, perjalanan dari Kota Labuha menuju lokasi kegiatan ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dengan jarak 17 km. Beberapa ruas jalan yang dilalui pun kondisinya masih rusak parah. Apalagi, saat menuju permukiman warga harus berjalan kaki menyusuri rawa-rawa dengan menggunakan sepatu bot seadanya. Jalanan ke permukiman tak bisa dilalui moda transportasi apapun.

Warga yang ingin menuju ibu kota kabupaten pun menggunakan jalur laut dengan perahu kecil untuk membawa hasil-hasil perikanan, perkebunan dan pertanian. Padahal, jalur tersebut riskan saat terjadinya gelombang besar. Pasalnya, perahu-perahu warga dengan alat dan mesin seadanya tidak bisa diandalkan untuk mengantarkan ke tempat tujuan.

Kondisi seperti itulah, kata Yasin, menyebabkan Desa Sumae terisolasi karena tidak bisa keluar desa dan orang luar pun kesulitan masuk ke permukiman warga.

"Dengan adanya pembangunan jalan, aksesibilitas masyarakat di Desa Sumae akan lebih baik dan ada pilihan akses transportasi apakah menggunakan jalur darat atau sesuai dengan kebutuhan," kata Yasin melalui keterangan resmi, Selasa (30/4).

Dalam kunjungan ke lokasi, Yasin menyosialisasikan kepada warga terkait rencana pembangunan jalan untuk membuka aksesibilitas masyarakat sehingga sosial dan ekonomi masyarakat bisa lebih baik.

"Selain untuk menyosialisasikan rencana pembangunan jalan, juga ingin memastikan tidak akan terjadi masalah dalam pelaksanaannya nanti," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumae Umar menjelaskan jalan itu sangat penting bagi warga karena menjadi satu-satunya akses darat yang bisa digunakan untuk menghubungkan masyarakat menuju pusat-pusat sosial ekonomi.

"Pada saat musim hujan, jalan tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali karena genangan air sampai satu meter lebih. Kami berharap tahun ini pembangunan yang direncanakan dapat segera terealisasi sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Media Indonesia