Dirjen PDT Hadiri Penutupan Inovasi Membangun Kampung Sejahtera di Berau


  Senin, 22 Juli 2019 Berita DITJENPDT

Setelah berlangsung selama tiga hari, kegiatan Inovasi Membangun Kampung Sejahtera yang bertemakan Berbagi Rasa, Berbagi Inspirasi di Hotel Makmur resmi berakhir Jumat (19/7).

Kegiatan itu diprakarsai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, The Nature Concervancy (TNC), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Yayasan Dharma Bakti Berau Coal.

Di kegiatan penutupan ini dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Syamsul Widodo, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, Dekan Fakultas Pertanian UGM Jamhari dan Profesor Universitas King Saud Prof. Abdulrahman Saad A. Aldawood.

Dalam talkshow yang bertemakan arah kebijakan nasional tentang ekonomi pertanian dan desa. Profesor Universitas King Saud Prof. Abdulrahman Saad A. Aldawood menceritakan kondisi Arab Saudi yang awalnya merupakan daratan hijau pada 160.000 tahun lalu.

Namun, seiring perkembangan zaman, saat ini Arab Saudi dikenal dengan padang pasirnya yang sangat luas. "Pemerintah Arab Saudi terus berusaha agar dataran negara kami kembali hijau kembali," katanya di depan para peserta, Jumat (19/7).

Untuk mewujudkannya, ia menerangkan pembangunan sistem pertanian pun ditingkatkan dan menggunakan air tanah yang terbatas. "Di Kalimantan Timur ini hutannya masih banyak, namun banyak juga dijadikan rumah," ujarnya.

Hal inilah yang ingin diingatkannya kepada semua pihak, agar ada keseimbangan yang terjadi untuk kelestarian alam. Karena akan berkaitan dengan peningkatan perekonomian di masyarakat.

Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo memaparkan bahwasanya saat ini Pemkab Berau terus mendukung pembangunan di kampung dengan kucuran anggaran Rp 2 sampai 5 Miliar tiap kampung.

Hal seperti ini diterangkannya tidak semua kabupaten atau kota mempunyai kebijakan serupa. "Hasilnya sudah mulai keliatan, kampung-kampung di Berau banyak yang juara tingkat provinsi bahkan sampai nasional," terangnya.

Namun, di samping itu ia menuturkan tidak hanya anggaran yang diperhatikan, melainkan kewenangan terhadap kepala kampung juga patut diberikan. Apalagi potensi ekonomi di Berau berada di kampung, maka sudah sepatutnya kampung diperhatikan.

"Selama ini potensi di kampung itu besar, tapi pembangunan yang dilakukan malah di kota. Karena itu mari kita sama-sama membangun kampung agar menjadi mandiri," terangnya.

Sementara itu, Dirjen PDT Kemendes, Syamsul Widodo menyampaikan, sekarang tidak ada lagi perbedaan antara kampung dan kota. Sebab, sebaran teknologi sudah hampir merata di seluruh wilayah.

Hal inilah menurutnya yang harus diperhatikan dengan mengembangkan bisnis berbasis teknologi. "Meski berada di kampung, semua orang bisa berjualan dengan smartphone yang dimiliki," ujarnya.

Masyarakat di kampung dituturkannya harus mulai berpikir dan memanfaatkan teknologi agar menjual produk kampung ke luar kampung. Para mahasiswa yang mengadakan KKN pun menurutnya patut diberdayakan untuk membina masyarakat supaya memasarkan produknya via internet.

"Kami pun dari kementerian tengah membuat website yang nantinya terintegrasi dengan website-website kampung di Indonesia. Supaya bisa menampilkan produk-produk di kampung melalui website itu, katanya.

"Yang jelas kita harus bisa bijak dalam memanfaatkan teknologi untuk menyonsong masa depan. Dan terpenting harus ada kemauan," sambungnya. 

Sumber: berau.prokal.co