Kemendes Dorong Pengembangan Wisata di Desa


  Rabu, 02 Oktober 2019 Berita DITJENPDT

Potensi wisata desa tengah didorong untuk dapat membangkitkan kedatangan wisatawan ke desa yang telah memulai mempercantik desanya dengan berbagai daya tarik dan diramu sehingga desa menjadi kunjungan destinasi wisata.

Samsul Widodo, Direktur Jenderal Pembangunan Desa Tertinggal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes) mengatakan Potensi wisata desa telah beragam. Ada yang cuma hanya sekedar trekking di persawahan dikombinasikan dengan makanan tradisional di sawung-sawung, sudah cukup untuk bisa mengundang para wisatawan.

"Tapi ada yang sudah advance mereka sudah punya banyak fasilitas, misalnya punya home stay, pemasukan mereka juga sudah miliaran, artinya kenapa pemerintah mendorong desa wisata? Karena dana desa sudah cukup besar, dan harapannya bagaimana supaya desa bisa dimanfaatkan, barusan saya tadi tanya di salah desa di kota Batu, uang di desa itu sudah empat miliar, bayangkan... dan mereka mengakui bagaimana mengembangkan konten-konten kreatif untuk pengembangan desa wisata, jadi saya rasa potensinya sangat besar," ungkapnya dalam diskusi "Mengembangkan Potensi Wisata dari Desa", di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Presiden Joko Widodo mengarahkan agar mendorong supaya wisata desa-desa dikembangkan namun bukan Kementerian Desa saja yang mengerjakannya.

"Karena selama ini sekarang masyarakat kita perlu banyak ruang publik untuk bisa membawa keluarga, tidak saja pariwisata yang serius, dalam skala desa banyak kebutuhannya" katanya.

Belum banyak desa yang sudah berbasis digital dalam ekosistem ini, belum banyak yang melakukan, namun sudah ada desa yang memberikan sarana wifi dalam program pariwisatanya, sudah ada yang menpromosikannya melalui media sosial, ada yang sudah melakukan e-ticketing, dan pemerintah sudah ingin masuk ke area itu.

"Yang siap sudah ratusan desa, tapi pengelola desa banyak yang tidak paham, misalnya tidak banyak desa di Bali yang bisa e-ticketing, padahal Bali sudah advance dalam pariwisata, artinya pemerintah harus turun tangan untuk mengembangkan itu," ujar Samsul Widodo.

"Kenapa kita ingin ada digitalisasi, karena kita tidak pernah tau sebenarnya siapa yang masuk kedesa itu, kita tidak punya data berapa laki-laki, berapa perempuan atau berapa anak-anak, berapa orang tua, tapi kita tahu setahun ada sekian ribu, tapi secara detail kita tidak tahu, namun dengan e-ticketing kita bisa tahu profil mereka, sehingga services bisa sesuaikan, karena kita tau disini banyak keluarga dan fasilitas orang tua kita tingkatkan," sebutnya.

E-ticketing salah satu yang dilakukan, Kemdes bila melihat ada potensi wisata desa, didorong difasilitasi untuk dikembangkan potensi wisata desanya

"Jadi dulu sebagai desa wisata bertahap dibantu lalu dipromoskan secara online di media sosial dan di website mereka, kalau mereka sudah advance, kita masuk dengan e-ticketing, yang belum jadi kita lakukan pendampingan," pungkasnya.

UU No 6 Tahun 2014 mengenai pembangunan desa, desa mendapatkan dana desa, dari dana desa bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik dan ada prosedurnya, salah satu menunya bisa digunakan untuk pengembangan wisata

Diskusi Mengembangkan Potensi Wisata Dari Desa diadakan yang oleh Pasti (Penggiat Startup Tourism Indonesia), dihadiri oleh para anggotanya, Kemdes berharap ke depan bisa berkolaborasi dengan Pasti agar bisa mendapatkan jangkauan yang lebih luas pada sektor wisata ini.

Sumber: Beritasatu