Upaya Pencegahan Stunting Di Tengah Pandemi Covid-19


  Jumat, 19 Juni 2020 Berita DITJENPDT

Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal bekerjasama dengan Habibie Institute for Public Policy and Governance Universitas Indonesia (HIPPG UI) menyelenggarakan Webinar dengan tema Kesiapan Daerah Dalam Upaya Pencegahan Stunting di Masa Pandemi Covid-19, Kamis (18/6).

Narasumber Kunci dalam acara tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi, serta sebagai narasumber lainnya Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo dan Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik RSCM, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpAK dan dimoderatori oleh Yusra, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ditjen PDT.

Webinar diikuti 420 peserta dari seluruh Indonesia terdiri dari Kementerian/Lembaga, Dinas Kesehatan Daerah, Bidan dan Tenaga Kesehatan serta institusi lainnya, dan disaksikan lebih dari 191 viewers via channel youtube.

Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT Anwar Sanusi memberikan apresiasi atas terlaksananya Webinar ini, dan ucapan terimakasih kepada Habibi Institute yang sudah ikut berkontribusi dalam pencegahan stunting di desa dan daerah tertinggal.

Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo menyampaikan rasa terimakasih kepada berbagai pihak dan berpesan bahwa ditengah pandemi covid 19, kita tidak boleh melupakan kewajiban kita untuk menangani isu stunting.

Dr. dr. Damayanti Rusli Syarif memberikan materi tentang stunting dengan sangat menarik dan kompeherensif sehingga diharapkan dapat dipahami oleh seluruh peserta webinar, khusunya Pemerintah Daerah.

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagjo turut memberikan pandangan terhadap kebijakan pusat dan daerah dalam menangani isu stunting ditengah pandemi covid 19.

Webinar sosialisasi aksi cegah stunting ini bertujuan untuk melakukan rencana replikasi hasil pilot project di desa Bayumudu Kab. Pandeglang ke daerah daerah yang memiliki angka prevalensi stunting tinggi di Indonesia.

Pilot Project aksi cegah stunting Kerjasasama Kemendesa PDTT dengan RSCM dan didukung oleh Danone Indonesia di Desa Bayumudu Kab. Pandeglang berhasil menurunkan angka stunting 8,4% atau mencapai 4,3 kali lipat dari target tahunan WHO melalui sistem rujukan berjenjang menggunakan pendekatan poros posyandu, puskesmas dan RSUD.