Pelepasan Perdana Rumput Laut Teluk Wondama Hasil Kerjasama Kemendes PDTT dengan Kedubes Inggris


  Selasa, 27 Oktober 2020 Berita DITJENPDT

Pelepasan perdana produksi Rumput Laut Kabupaten Teluk Wondama oleh Gubernur Papua Barat hasil program Ekonomi Hijau Papua, kerjasama Kemendes PDTT dengan Kedutaan Besar Inggris.

Kementerian Desa PDTT dengan Kedutaan Besar Inggris pada tahun 2018 silam menandatangai kerjasama Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau Provinsi Papua dan Papua Barat yang bertujuan untuk meningkatkan proporsi bisnis berkelanjutan, rendah karbon dan berkontribusi pada ekonomi lokal Papua melalui peningkatan jumlah usaha dan wirausaha hijau yang layak dan memperkuat rantai nilai.

Melalui program Ekonomi Hijau ini dikembangkan berbagai komoditas unggulan di berbagai Kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat, misalnya di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat yang berhasil mengembangkan rumput laut.

Setelah mendapatkan pelatihan dan pembibitan rumput laut pada tahun 2018 dari program Ekonomi Hijau, bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Teluk Wondama, warga Kampung Yende, Mena dan Niyap yang berada di Pulau Roon Wondama mencoba membudidayakan rumput laut.

Warga belajar langsung praktik menanam spesies rumput laut yang lebih tahan dan sesuai dengan kondisi di Teluk Wondama. Warga kampung kini mampu mengembangkan bibit dan menjualnya ke kampung lain, sehingga memberikan sumber pendapatan baru.

Keberhasilan ini menarik minat pengusaha lokal dalam budidaya rumput laut. Mereka berinvestasi dalam bisnis rumput laut berbasis masyarakat dengan menawarkan bibit dan pelatihan gratis kepada warga kampung, serta berkomitmen untuk membeli rumput laut yang dipanen.

Kini hasil budidaya rumput laut di Teluk Wondama, berhasil dipasarkan ke Surabaya seberat 80 ton dan masih memiliki tambahan 15 ton yang berada digudang dan siap dipanen rumput laut dalam bentuk kering sebesar 20 ton.

Selain di Kabupaten Teluk Wondama, terdapat 11 kabupaten lainnya yang dijadikan sebagai lokasi pilot project program Ekonomi Hijau yang mengembangkan berbagai komoditas unggulan lainnya.