Pelepasan Kakao Ransiki asal Manokwari Selatan Hasil Kerjasama Kemendes PDTT dengan Kedubes Inggris


  Kamis, 12 Nopember 2020 Berita DITJENPDT

Pengapalan dan pelepasan akhir tahun Biji Kakao Kering produksi Koperasi Ebier Suth Cokran Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan oleh Gubernur Papua Barat hasil program Ekonomi Hijau Papua, kerjasama Kemendes PDTT dengan Kedutaan Besar Inggris.

Kementerian Desa PDTT dengan Kedutaan Besar Inggris pada tahun 2018 silam menandatangani kerjasama Program Pertumbuhan Ekonomi Hijau Provinsi Papua dan Papua Barat yang bertujuan untuk meningkatkan proporsi bisnis berkelanjutan, rendah karbon dan berkontribusi pada ekonomi lokal Papua melalui peningkatan jumlah usaha dan wirausaha hijau yang layak dan memperkuat rantai nilai.

Melalui program Ekonomi Hijau ini dikembangkan berbagai komoditas unggulan di berbagai Kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat, misalnya di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat yang kembali menggiatkan pengembangan Kakao.

Kakao yang dikembangkan di Kabupaten Manokrari Selatan merupakan Kakao Ransiki, varietas unik yang memiliki cita rasa yang berbeda. Sebanyak 12 ton biji kering Kakao Ransiki dikirim dengan tujuan ke Surabaya, Jawa Timur.

Sepanjang tahun 2020 total produksi biji kakao kering yang dikirim mencapai 90 ton. Tidak hanya dikirim untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja, biji kakao kering dari Makonwari Selatan juga dikirim hingga ke Eropa.

Kakao memang menjadi salah satu komoditas unggulan di Provinsi Papua Barat yang menjadi prioritas pemerintah provinsi Papua Barat. Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Barat saat melakukan pelepasan biji kakao kering di Pelabuhan Manokwari, Kota Manokwari, Papua Barat, Kamis (12/11).

“Pengembangan Kakao sebagai salah satu komoditas lokal unggulan non deforestasi di Papua Barat adalah program prioritas dan kebijakan utama Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat dalam rangka pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Papua Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Produksi yang mulai digerakan kembali oleh Koperasi Ebier Suth Cokran Ransiki tahun 2017 ini telah mampu kembali meningkatkan kepercayaan petani kakao untuk kembali mengelola kebun-kebun kakao yang telah mereka tinggalkan sejak tahun 2006.

Program Ekonomi Hijau Papua bekerjasama dengan Kementerian Desa PDTT, Pemerintah Provinsi Papua Barat melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi Kakao Ransiki melalui konservasi klon lokal kakao varietas unik Ransiki ini.

Selain di Kabupaten Manokwari Selatan, terdapat 11 kabupaten lainnya yang dijadikan sebagai lokasi pilot project program Ekonomi Hijau Papua yang mengembangkan berbagai komoditas unggulan lainnya.